Home » 2018 » August

Monthly Archives: August 2018

RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN HUT SEKOLAH LAB UNDIKSHA KE-48

                SMP Lab Undiksha Rabu, 29 Juli 2018. Rapat koordinasi persiapan menyambut HUT Sekolah Lab Undiksha yang ke-48 dipimpin oleh ketua panitia Bapak I Putu Kusuma Wardana, M.Pd. di ruang rapat SMA Lab Undiksha Singaraja. Rapat dihadiri oleh Bapak Bendahara Yayasan, Sekretaris Yayasan, Direktur, Kepala-kepala sekolah dari berbagai jenjang (TK, SD, SMP dan SMA), Bapak-Ibu Guru panitia inti. Rapat berlangsung dari pukul 10.00 s/d 12.00 Wita.

Dalam rapat peserta mendengarkan arahan dari Bapak Ketua Yayasan dalam hal ini diwakili oleh Bapak Bendahara Yayasan Drs. I Made Artana, M.Pd. Adapun isi arahan beliau adalah sebagai berikut.

  • Dalam menyemarakan HUT Sekolah Lab Undiksha yang ke-48 dimohon untuk mengurangi mengundang pihak luar dan menghabiskan biaya yang sangat besar. Apalagi jelas-jelas tidak memberi kontribusi terhadap input siswa kita.
  • Kegiatan atau event yang dirancang diharapkan dapat dirasakan oleh semua sivitas sekolah utamanya oleh siswa kita.
  • Diharapkan rapat besar semacam ini cukup dilaksanakan sekali saja, selanjutnya silahkan rapat-rapat kecil di jenjang atau di tingkat koordinator.
  • Kekurangan dana yang disiapkan oleh yayasan dapat ditutupi lewat donator atau sponsor sepanjang tidak memaksa dan mengikat.
  • HUT Sekolah tahun ini diharapkan dapat melibatkan pihak orang tua siswa. Mungkin sebagai donatur atau diundang untuk hadir dalam event tertentu, misalnya menonton malam panggung gembira.
  • Penggalian dana mungkin dapat dilakukan dengan membuat maskot/logo dan ditawarkan kepada siswa dan orang tua.
  • Selain kegiatan non akademik diharapkan ada kegiatan bidang akademik, misalnya seminar. Untuk kegiatan akademik/seminar Beliau mengusulkan agar diisi dengan masalah kesehatan, misalnya Seminar Sex Education bagi guru, pegawai, dan orang tua siswa. Beliau merekomendasikan Nara Sumber Ibu Dr. Desak Made Citrawati, M.Si. istri beliau, meskipun tidak dibayar. Atau dapat mengundang Psikolog sekolah kita untuk berbicara tentang cara menangani masalah anak-anak didik kita.
  • Beliau juga berharap di akhir tahun ini sekolah bisa menerbitkan majalah yang bagus tentang prestasi dan kemajuan yang diperoleh oleh pihak sekolah secara bersama-sama. Sehingga kita bisa melaporkan progres sekolah kepada pihak orang tua dan masyarakat. Selanjutnya dapat ditawarkan kepada siswa dan siswa diminta mengganti biaya cetak. Didalam memuat artikel diharapkan penuh dengan gambar/foto anak-anak sehingga anak-anak merasa bangga bahwa foto dirinya terpajang dimajalah. Umumnya manusia itu bersifat ego jika foto mereka tidak ada terpajang disana mereka akan spontan tidak tertarik.
  • Seluruh kegiatan dan event dalam rangka menyambut HUT sekolah agar didokumentasikan dan dibuat laporannya. Bila perlu perjenjang membuat laporannya.

Tambahan dari Bapak Sekretaris Yayasan Dr. I Gede Artawan, M.Pd. menggaris-bawahi dan menekankan;

  • Prioritas kegiatan dan even dalam rangka menyambut HUT sekolah adalah dalam rangka promosi sekolah.
  • Kegiatan-kegiatan jangan berupa duplikasi dari Dinas Pendidikan misalnya lomba-lomba olimpiade dan sejenisnya. Diharapkan kegiatanya bersifat spesial misal lomba tradisional sehingga kita bisa mengajarkan kepada siswa bagaimana cara melestarikan budaya bali, misalnya lomba metajog, mesatua bali.
  • Beliau memberi petunjuk ada kegiatan yang murah meriah dan bernilai efektivitas tinggi misal lomba menulis puisi sebali.
  • Beliau kalo diijinkan akan mengundang 48 guru penulis puisi dan 48 siswa penulis puisi sebali untuk membacakan puisinya pada malam panggung gembira. Mereka cukup diberi konsumsi dan biaya transport.
  • Pilih lomba olahraga yang murah meriah dan irit dana, untuk kegiatan tirta yatra menurut pandangan beliau itu adalah kegiatan yang banyak menyerap dana, untuk pelaksanaannya mungkin kita perlu mengumpulkan dana dulu, atau dengan biaya sendiri, konsumsi dari pihak yayasan.

Dari Direktur Sekolah Lab Undiksha Bapak Dr I Ketut Gading menambahkan;

  • Ketua panitia sudah berkonsultasi dengan Direktur dan Yayasan serta telah membuat pemetaan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka HUT Sekolah yang ke-48.
  • Direktur berharap kegiatan-kegiatan agar diklasifikasi menjadi beberapa bidang dan panitia inti bisa membagi diri untuk memandu/mengkondisikan. Kegiatan ilmiah ada seminar dan lomba-lomba akademik. Bidang olahraga ada kegiatan jalan santai dan lomba olahraga. Bidang kesenian ada pentas dan lomba. Bidang sosial dll. Dengan demikian kegiatan bisa lancar dan sesuai dengan harapan bersama.
  • Rancangan kegiatan harus juga memuat rincian detail dari pembiayaannya.
  • Gunakan ajang HUT sekolah sebagai ajang promosi sekaligus penggalian dana.
  • Pada kesempatan ini Direktur juga menyampaikan bahwasannya dibulan September dan Oktober akan melaksanakan monitoring pembelajaran sehingga pihak sekolah bisa memberi penghargaan kepada guru-guru yang berprestasi.
  • Beliau juga mengusulkan momen HUT sekolah agar dijadikan sebagai ajang memberi penghargaan kepada guru-guru yang bermutasi, termasuk juga kepada sekolah.
  • Pada acara ramah tamah setelah upacara bendera adalah momen yang tepat pihak sekolah melaporkan prestasi dan kemajuan sekolah.

Dari ketua panitia menyampaikan bahwasannya;

  • Tema HUT sekolah kita ada dua pilihan yaitu Ayo belajar dan berkreasi untuk masa depan yang lebih baik, Ayo belajar dan berkreasi untuk menjadi insan yang ceria. Akhirnya disepakati tema yang pertama yang dipakai.
  • Ketua juga setuju bahwasannya untuk melestarikan budaya kita lomba tradisional perlu dikembangkan.
  • Gambar maskot si ceria sudah selesai disainnya, tinggal cetak saja.
  • Penerbitan majalah sekolah ketua panitia memohon kesediaan Bapak Sekretaris Yayasan berkenan memimpin redaksinya.
  • Harapan majalah bisa selesai bulan Desember sehingga Januari siap didistribusikan.
  • Masalah baget biaya kegiatan HUT tentu naik karena implasi kenaikan harga barang-barang.

Diskusi tanya-jawab berasal dari Pak Wayan Merta, M.Pd. menanyakan masalah membuat proposal dan harapan selesainya. Pak I Putu Susila, M.Pd. masalah tema yang dipilih, Pak Drs. Agung Aswina menanyakan apakah jadi ada kegiatan tirta yatra, Pak Drs. Wayan Sukarta,M.Pd. menanyakan momen yang baik untuk ajang bagi SMA untuk promosi karena jumlah siswa semakin berkurang. Ibu Dra. Ni Wayan Wiratni menanyakan masalah bendera masing-masing jenjang, dan Pak Made Resika masalah Darmawacana siraman rohani yang bagaimana yang perlu diminta. Semua permasalah ditangani secara bijak dan arif dari Bapak Yayasan dan Direktur. Mudah-mudah kegiatan dalam rangka menyambut HUT Sekolah Lab Undiksha yang ke-48 bisa berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Salam ceria dari redaksi.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP LAB UNDIKSHA SINGARAJA

               SMP Lab Undiksha Selasa, 21 Agustus 2018. Pengabdian kepada masyarakat, Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Pendidikan Karakter Berstrategi Siklus “Jelaskan-Modelkan-Budayakan” Berorientasi Tri Hita Karana Di SMP Lab Undiksha Tanggal 21-22 Agustus 2018 dibuka oleh Ketua P2M Prof. Dr. I Nyoman Wijana, M.Si. di Ruang Kelas VIII-2 pukul 09.00 Wita. Kegiatan pelatihan dan pendampingan menghadirkan nara sumber Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. dan Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. Makalah yang beliau sajikan adalah Pendidikan Karakter dan Usulan Kegiatan Pengembangan Sekolah Berkarakter Berbasis Kearifan Lokal Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Pendidikan Karakter Berstrategi Siklus Jelaskan-Modelkan-Budayakan Berorientasi Tri Hita Karana.

Harapan Bapak Nara Sumber Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si. kegiatan bisa melibatkan seluruh jenjang yang ada di sekolah Lab Undiksha, namun karena terkendala dana kegiatan difokuskan di jenjang SMP Lab Undiksha saja. Kegiatan dilaksanakan menjadi tiga tahap, tahap pemaparan (sosialisasi), implementasi dan refleksi. Tahap pemaparan beliau menyampaikan makalah, maksud dan tujuan kegiatan serta karakter yang akan dikembangkan dan dibudayakan di sekolah. Ada 5 karakter nasional yang ingin ditumbuh-kembangkan dan dibudayakan di SMP Lab Undiksha yaitu karakter religius, nasionalisme, mandiri, gotong-royong dan integritas. Sementara wilayah implementasinya di kelompokkan wilayah parahyangan, pawongan dan palemahan.

Proses implementasi sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah, pihak pengabdi kepada masyarakat (Kampus)  akan mendampingi dan siap membantu jika ada kendala dalam proses pelaksanaannya. Proses evaluasi dan refleksi akan dilakukan oleh pihak kampus, dilakukan secara isidental melalui angket dan pengamatan langsung dilapangan.

Mudah-mudahan pelaksanaan proyek implementasi dan pendampingan pendidikan karakter di SMP Lab Undiksha Singaraja bisa berjalan lancar dan membawa dampak signifikan terhadap perubahan perilaku dan karakter peserta didik kita. Salam ceria dari redaksi!

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

UPACARA BENDERA SEKOLAH LAB UNDIKSHA SAMBUT HUT RI KE-73

Kegiatan Upacara Bendera, 17 Agustus 2018, serangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan NKRI yang ke 73, Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dibacakan langsung oleh Direktur Sekolah Lab Undiksha Salam Sukses

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-73
KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2018
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh/
Shalom/
Om Swastiastu/
Namo Buddhaya/
Rahayu
Selamat Pagi, dan Salam Sejahtera bagi kita semua,
Marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena pada hari ini kita dapat memperingati 73 tahun Kemerdekaan
Negara kita tercinta, Republik Indonesia. Rasa syukur ini tentu akan lebih bermakna apabila kita juga mengetuk relung hati kembali untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan Kemerdekaan seraya berdoa agar Tuhan menempatkannya di tempat terbaik dan kita yang ditinggalkan dapat
melanjutkan cita-cita kemerdekaan; melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Insan Pendidikan dan Kebudayaan yang berbahagia,
Dalam rangka memenuhi janji kemerdekaan, khususnya untuk memberi titik tekan pada diksi
mencerdaskan kehidupan bangsa, kita mempercayai bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan
perubahan menuju perbaikan, yakni menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.
Oleh karenanya kita tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan bidang pendidikan ini agar
jalan perubahan tetap pada rel yang benar sehingga tidak hanya sesuai dengan arah cita-cita bangsa,
tetapi juga dapat lari dengan cepat mengejar perkembangan zaman.
Seperti diketahui, tahun ini kita memasuki tahun ke-20 Era Reformasi. Berbagai tatanan baru,
termasuk dalam kewenangan bidang pendidikan yang terdesentralisasi sudah terjadi. Namun perlu
disadari reformasi ternyata baru menyentuh perombakan institusional dan belum banyak
menghasilkan perubahan paradigma, pola pikir dan budaya kerja. Saatnya kita menyudahi transisi
yang berkepanjangan ini dan memasuki era Indonesia yang demokratis, sejahtera, berkeadilan dan
bermartabat.
Paradigma pemerataan kualitas pendidikan yang sering menjadi wacana sudah saatnya
terejawantah dalam bentuk regulasi yang matang dan berani agar reformasi di bidang pendidikan
benar-benar terwujud. Dengan niat baik dan kerja keras kita semua, para orang tua, anak-anak, para
guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas serta pemangku pendidikan, Insya Allah ikhtiar kita
ini akan membuahkan hasil.
Untuk mengimplementasikan amanat program kerja Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil
Presiden Jusuf Kalla, maka reformasi pendidikan meliputi membangun pondasi karakter anak-anak
kita sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, memberikan porsi lebih besar penguatan pendidikan
karakter pada jenjang Sekolah Dasar, serta memberi perhatian pada revitalisasi kejuruan.
Pemerataan pendidikan yang berkualitas dilakukan selain menggencarkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui ikon Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar semua anak bisa sekolah, pemerintah juga telah menetapkan aturan zonasi yang tak hanya akan diterapkan pada penerimaan murid baru, tetapi juga untuk redistribusi guru, penataan fasilitas pendidikan, serta menata ekosistem pendidikan yang lebih kondusif. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya di kota besar namun juga di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kurikulum saat ini mengacu kepada
kebutuhan daya saing bangsa, dengan visi menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa, yaitu lulusan-lulusan yang bukan hanya mencari kerja tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dengan karakter yang mulia. Dalam waktu bersamaan, perhatian kita tujukan pada
penguatan kebudayaan, dan bahasa Indonesia yang difokuskan pada konservasi dan revitalisasi
bahasa daerah yang terus digalakkan.
Hadirin yang saya muliakan, Presiden telah memberikan arahan agar menggencarkan pembangunan infrastruktur segera diikuti dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini juga tertuang dalam empat pilar Visi
Indonesia 2045, yaitu: 1) pembangunan SDM dan penguasaan iptek, 2) perkembangan ekonomi
berkelanjutan, 3) pemerataan pembangunan, dan 4) ketahanan nasional dan tatakelola pemerintahan. Untuk itu, pembangunan SDM dalam bidang pendidikan, diarahkan untuk mengantisipasi dua hal. Pertama, menyiapkan SDM agar dapat beradaptasi dan hidup selaras
dengan perkembangan zaman. Kedua, meminimalisasi dampak sosial dari pembangunan
infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan.
Penempatan SDM sebagai pilar pertama mempertegas bahwa SDM menjadi faktor yang sangat
penting dalam menopang pembangunan suatu negara. Dengan SDM yang memiliki kompetensi
serta produktivitas tinggi, maka negara dapat mencapai pertumbuhan optimal dan juga memiliki
nilai daya saing yang lebih tinggi. Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM harus dilihat dari dua
perspektif: manusia sebagai insan yang berkarakter unggul dan manusia sebagai sumber daya pembangunan yang sehat, berpendidikan, dan produktif. Untuk itu terdapat lima karakteristik SDM
yang perlu dihasilkan melalui pendidikan dan kebudayaan, yaitu: 1) Memiliki karakter kuat; 2)
Memiliki multi-kecakapan Abad 21 dan Bersertifikat; 3) Elastis dan Pembelajar Sepanjang Hayat; 4)
Inovatif dan Kewirausahaan; 5) Kewargaan Global.
Bapak/Ibu hadirin peserta upacara yang saya cintai,
Tahun 2018 ini, Indonesia diberikan amanah untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games
ke XVII yang akan dilaksanakan pembukaannya esok hari. Asian Games ke-18 ini mengingatkan kita
pada Asian Games tahun 1962 yang juga diselenggarakan di Indonesia. Pada waktu itu pesta olah
raga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade ini menjadi momentum mengobarkan nasionalisme.
Kesempatan kali ini seharusnya juga dapat membakar semangat kita bersama dalam menunjukkan
prestasi bangsa dan prestasi kerja kita bersama. Peringatan HUT RI ke-73 ini kita jadikan momentum
untuk menunjukkan kinerja dan prestasi yang menjadi kebanggaan bagi kita semua dan kekaguman
bangsa lain.
“Kerja Nyata Prestasi Bangsa!”
Semoga Tuhan yang Maha Esa meridai niat tulus kita dalam berkontribusi untuk menguatkan
pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Marilah kita terus bersinergi untuk pendidikan bangsa ini.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh/
Shalom/
Om Santi Santi Om/
Namo Buddhaya/
Rahayu
Jakarta, 17 Agustus 2018
Menteri Pendidikan Republik Indonesia
Prof. Dr. Muhadjir Effendy

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

PRESTASI SISWA DAN GURU SMP LAB DALAM BULAN JULI 2018

SMP Lab. TODAY/Senin, 30 Juli 2018

Kegiatan upacara bendera hari Senin selaku petugas upacara adalah jenjang SMA, dan selaku Pembina Upacara Waka Kurikulum. Pada sesi pengumuman dibacakan siswa dan guru yang berprestasi dari Jenjang SD, SMP dan SMA.

Khusus untuk jenjang SMP siswa yang berprestasi diantaranya :

1. Dalam Lomba FLS2N Tingkat Kabupaten Buleleng :

* Tari Kreasi Bali (Juara 2) atas nama Steven Lie, Ira Maharani, Verbri, Eriska Florin dan Andika Diartawan.

* Juara 1 Lomba Gitar Solo atas nama Aditya Nugraha

* Juara 2 Lomba Gitar Solo atas nama Dewa Ryu Arkhea

* Juara 3 Lomba Gitar Solo atas nama Kadek Sujana

* Juara 1 Vocal Solo atas nama Ledya Amadilla

* Juara 1 Lomba Mendesain Poster atas nama Adi Triana

* Juara 1 Lomba Guru Berprestasi atas nama Putu Anna Masriyani Giri, S.Pd.

2. FLS2N Tingkat Propinsi Bali

* Juara 2 Lomba Gitar Solo atas nama Aditya Nugraha

* Juara Harapan 1 Desain Poster atas nama Adi Triana

* Juara Harapan 3 Vocal Solo atas nama Ledya Amadilla

3. BEE

* Paduan Suara (Juara 2) atas nama Diva dkk

* Ngulat kise (Juara 2) atas nama Anggra Triana

Selamat buat seluruh siswa yang sudah berprestasi baik di tingkat kabupaten dan propinsi, dan juga selamat juga buat guru yang berprestasi.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

DIKLAT BILINGUAL GURU-GURU SEKOLAH LAB TAHAP II

SMP Lab Undiksha Singaraja Sabtu 28 Juli 2018. Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Bilingual Tahap II, bagi guru guru Sekolah Laboratorium Undiksha berlangsung di Auditorium dan Kelas Sekolah Lab Undiksha.

Panitia pelaksana diklat sedang berfose

Kegiatan dibuka oleh Bapak Ketua Yayasan Prof Dr I Putu Budiadnyana, M.Si. Kegiatan di kelas di dampingi para instruktur guru bilingual Sekolah Lab Undiskha. Melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat memantapkan kualitas berbahasa Inggris/Bilingual di lingkungan sekolah, baik itu dalam pembelajaran di dalam/luar kelas maupun interaksi sosial antar warga sekolah.

Kegiatan diatur menjadi 4 Kelompok yaitu Kelompok MIPA, Kelompok IPS 1 dan 2, serta Kelompok Bahasa dan Seni. Di tiap kelompok sudah ada instruktur yang mendampingi dalam pembelajaran Bilingual. Guru-guru sangat antusias mengikutinya dan diharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga semakin menguatkan Sekolah Lab Undiksha sebagai sekolah bersandar nasional plus. Salam Ceria

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail