Home » 2020 » November

Monthly Archives: November 2020

Gelar Workshop Pendidikan Penguatan Karakter, Sekolah Lab Undiksha Kuatkan Karakter Insan CERIA

Singaraja, 21 November 2020. Sekolah Lab Undiksha selalu berupaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah, salah satunya adalah dengan penyelenggaraan Workshop Penguatan Pendidikan Karakter di lingkungan Sekolah Lab Undiksha yang dilangsungkan secara online bersama guru-guru (PAUD, SD, SMP, SMA) Lab Undiksha via Zoom UPT TIK Undiksha.

Direktur Sekolah Lab Undiksha, Dr. Ida Bagus Made Astawa, M.Si. menyampaikan dalam sambutannya, pendidikan karakter di Indonesia secara tegas telah dijabarkan bagian Program Nawacita dari pemerintah yang akan melakukan revolusi karakter bangsa sehingga melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggalakkan penguatan pendidikan karakter di sekolah. “Penguatan pendidikan karakter ini tidak merubah struktur kurikulum, karena hanya disisipkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler.  Ada lima karakter yang menjadi fokus dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Jadi pendidikan karakter berhubungan erat dengan psikis individu, karena melalui pendidikan karakter dapat diajarkan pandangan tentang nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab dan kerjasama”.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Undiksha, Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd. bahwa penyelenggaraan kegiatan Workshop Penguatan Pendidikan Karakter di lingkungan Sekolah Lab Undiksha merupakan suatu langkah srategis dalam penguatan karakter civitas Sekolah Lab Undiksha. Seperti fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yang bisa kita amati bersama, sering terjadi kasus tertentu pada generasi muda yang tidak kita harapkan seperti tawuran, balapan liar, terbentuknya geng tertentu yang membuat resah masyarakat.  Terkait kasus tersebut ada 3 hal penting dalam pendidikan bagi generasi muda yaitu, visi dalam memandang masa depan, bidang kompetensi yang dimiliki, serta karakter. Selain itu pendidikan karakter harus berpijak pada nilai-nilai seperti olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah karsa. Dengan demikian diharapkan generasi muda tidak saja menjadi output yang cerdas secara intelektual, tetapi generasi muda yang cerdas secara spiritual, sosial, maupun cerdas emosional.

Narasumber Workshop, Dr. I Wayan Kertih, M.Pd. menyampaikan  Dalam konteks pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter di sekolah, idealnya harus mampu melahirkan generasi muda yang beriman, bertakwa dan menguasai ilmu pengetahuan.  Pengembangan pendidikan karakter di sekolah harus diintegrasikan dengan pembelajaran di kelas, budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah. Sedangkan penilaian hasil belajar pendidikan karakter didasarkan pada indikator yang telah dirancang. Diharapkan di akhir kegiatan workshop ini seluruh peserta dapat menyusun RPP berbasis pendidikan karakter.

Pengembangan pendidikan karakter di Sekolah Lab. Khususnya, akan lebih baik apabila disesuaikan dengan visi misi sekolah dan kearifan lokal di Bali yaitu ajaran Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha, Tatwam Asi, dan lainnya. Untuk mencapai hal ini, yang dapat dilakukan antara lain integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum dan pembelajaran, penciptaan iklim pendidikan berkarakter, serta melalui unit pusat pembinaan karakter, misalnya program buku saku dan bimbingan konseling.

Mari bersama-sama membangun pembiasaan pendidikan karakter mulai dari hal-hal kecil yang bermuara pada sesuatu yang lebih besar sehingga terciptanya Sekolah Lab Undiksha yang berkarakter CERIA (Cerdas, Berintegritas, dan Adaptif) dapat semakin kuat terwujud. Salam Ceria

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Pendidik Sekolah Lab Undiksha Lolos International Joint Conference on STEM Education (IJCSE) 2020

Singaraja, 19 November 2020. Salah satu tenaga pendidik Sekolah Lab Undiksha atas nama I Made Ari Purwadi, S.Pd., M.Pd.  berhasil lolos dalam event International Joint Conference on STEM Education (IJCSE) 2020 yang di selenggarakan oleh Seameo Secretariat, SEAMEO QITEP in Mathematics (SEAQIM), SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), The Institute for the Promotion of Teaching Science and Technology (IPST) Thailand, bertempat di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Centre, Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 18-19 November 2020.

IJCSE 2020 merupakan wadah bagi para pendidik Matematika dan Sains dari berbagai negara untuk membagikan hasil penelitian dan praktik terbaik yang telah dilakukan terkait isu terkini dalam Pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). 

Ari Purwadi mengatakan bermula sering membaca artikel dan jurnal terutama jurnal internasional lalu membuat/merancang inovasi dalam pembelajaran yang kemudian dibuat suatu penelitian, diajukan dalam event tersebut yang akhirnya berhasil lolos seleksi, menjadi salah satu dari 5 penerima grant dari Seameo Qitep in Mathematics.

 Adapun penelitian yang diajukan adalah STEM Learning by Using Lab School Car Model for Understading the Concept of Data Representation and Interpretation. Dalam pembelajaran tersebut Ari Purwadi mengaplikasikan pendekatan STEM untuk membelajarkan siswa pada materi statistik. Siswa mendesain mobil ramah lingkungan lalu mengoperasikan mobil tersebut yang kemudan memperoleh data dari percobaan yang dilakukan. Setelah data diperoleh, siswa menyajikan ke dalam statistical information lalu menginterpretasikannya.

Event IJCSE 2020 bertujuan untuk menyediakan platform internasional bagi pendidik untuk berbagi ide dan pengalaman, mempelajari pengetahuan baru dan praktik terbaik, serta menyebarluaskan hasil penelitian terkini dan memperkuat pendidikan di bidang Pendidikan STEM khususnya di kawasan Asia Tenggara, serta menjalin dan memperluas jaringan kerjasama akademik di tingkat internasional.

Kepala SMP Lab Undiksha, I Made Suantara, S.Pd. mengatakan sangat senang dan bangga Ari Purwadi sebagai guru SMP Lab Undiksha terus mengembangkan kapasitas dan kompetensinya sebagai guru dan berhasil lolos dalam beberapa event baik nasional maupun internasional, seperti sekarang sedang mengikuti International Joint Conference STEM 2020 di Yogyakarta. “Saya berharap apa yang diperoleh bisa dimbaskan kepada guru-guru di sekolah dan diaplikasikan dalam pembelajaran siswa di kelas. Dengan guru yang hebat akan menghasilkan siswa yang berprestasi”.

Direksi & Yayasan selalu mendukung dan merestui upaya peningkatan kompetensi guru yang sudah dilakukan oleh salah satu tenaga pendidik di SMP Lab Undiksha, I Made Ari Purwadi. Kami berharap semua guru bisa mengikuti jejak tersebut sehingga bisa semakin meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Sekolah Lab Undiksha. Salam Ceria

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

EKSKUL FG LAB UNDIKSHA IKUTI SHARING ONLINE TEKNIK DASAR FOOD PHOTOGRAPHY BERSAMA FOPONSI

Singaraja, 12 November 2020. Foponsi (Fotografi Ponsel Indonesia) gelar kegiatan berbagi secara online melalui zoom mengenai teknik dasar food photography. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seluruh Indonesia. Event ini tentunya sebagai peluang yang dimanfaatkan dengan baik oleh siswa (fotografer) yang merupakan salah satu ekskul (ekstrakurikuker)/pengembangan diri yang ada di SMAS Lab Undiksha.
Iwan Nuris Sandy selaku narasumber dan juga Mentor Food Photography Milenial Job Center, menyampaikan secara daring, dimasa pandemic ini memaksa kita untuk survive dan kreatif. Iwan menjelaskan mulai dari kamera smartphone, lighting, property, referensi hingga teknik/tips memotret agar terciptanya suatu mahakarya yang produktif. Iwan berpesan, berani berkarya berani menerima kritik atau saran dari siapapun dengan tujuan untuk membangun.
Gede Arsa Wijaya, S.Pd. sebagai pembina ekskul fotografi SMAS Lab Undiksha menyampaikan ditengah situasi pandemic covid-19 ruang gerak peserta ekskul menjadi daring dibandingkan sebelum pandemic bisa diskusi dan praktik secara langsung di sekolah. Namun dengan adanya sharing online Se Indonesia yang diselengarakan oleh Foponsi, tentu sebagai penyegaran kembali peserta FG Lab Undiksha untuk tetap bisa berkarya dari rumah. I Komang Adi Triana Putra kelas XI MIPA salah satu FG Lab Undiksha menyampaikan sangat beruntung bisa mengikuti sharing online ini bisa menjadi lebih menambah ilmu pengetahuan fotografi selain dari sekolah. Senada juga disampaikan Kadek Intan Paramitha Sukma Pratiwi kelas X , walau belum pernah langsung praktik bersama teman-teman di sekolah karena situasi pandemic covid 19, setidaknya sharing online ini menambah bekal wawasan dan bisa di praktikan dari rumah serta didiskusikan berkelanjutan melalui Group Fotografi Sekolah bersama teman-teman dan pembina.
Dra. Ni Luh Wiratni selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan. Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri, salah satunya ekskul fotografi ini.
Kepala Sekolah SMAS Lab Undiksha, Drs. Wayan Sukarta, M.Pd. menyampaikan, selalu mendukung apa yang dilakukan oleh para siswa dalam menyalurkan minat/bakatnya, memperkaya potensi diri, apalagi ada sharing online seperti ini ditengah situasi pandemic diikuti peserta ekskul FG SMAS Lab Undiksha. Wayan Sukarta berharap semua siswa dalam ekskul/pengembangan diri apapun itu yang diikuti, agar secara bersungguh-sungguh dalam mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya sehingga pengembangan potensi yang sudah diperoleh dapat memberikan manfaat/dampak yang positif kedepannya, Salam Ceria.
Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

SEKOLAH LAB GELAR DISEMINASI HASIL PENELITIAN GURU DI LINGKUNGAN SEKOLAH LAB UNDIKSHA

Singaraja, 11 November 2020. Sekolah Lab Undiksha melaksanakan kegiatan diseminasi hasil penelitian guru secara daring via zoom. Kegiatan disambut sekaligus dibuka oleh Sekretaris Yayasan Undiksha, Dr. Gde Artawan, M.Pd. Dalam sambutannya penting diseminasi hasil penelitian guru ini dilakukan sebagai bentuk kegiatan pertanggungjawaban secara akademik bagi peneliti terhadap penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan agar diketahui oleh stakeholder di lingkungan Sekolah Lab Undiksha. Gde Artawan berharap disemninasi hasil penelitian ini memberikan dampak positif bagi guru-guru sebagai insan individu intelektual, selalu ingin berinovasi, mengeksplorasi yang nantinya diterapkan dan diimplementasikan secara nyata dimana substansi Sekolah Lab Undiksha sebagai laboratorium proses belajar mengajar.

Peserta yang hadir dalam menyimak secara daring kegiatan diseminasi hasil penelitian guru ini adalah semua guru (PAUD, SD, SMP dan SMA) di lingkungan Sekolah Lab Undiksha. Peneliti yang mempresentasikan hasil penelitiannya ada enam orang diantaranya; 1) Desak Made Agung Ratih Rosmilasari, S.Pd., M.Pd., 2) Drs. Made Resika, M.Pd., 3) I Made Ari Purwadi, M.Pd., 4) Irna Wijayanti, S.E., S.Pd., 5) Kadek Ryan Surya Negara, S,Pd. M,Si. , 6) Ni Luh Kusuna Dewi, S.Pd. dengan tim reviewernya adalah, 1) Dr. Ida Bagus Made Astawa, M.Si., 2) Dr. I Wayan Kertih, M.Pd., 3) Drs. Wayan Sukarta, M.Pd., 4) I Made Suantara, S.Pd., 5) Nyoman Suryasmini, S.Pd., 6) Putu Juli, S.Pd. Semua peneliti mempresentasikan hasil penelitiannya dengan baik serta masukan-masukan yang bersifat konstruktif dari reviewer untuk kemajuan yang lebih baik kedepannya.

Ketua Panitia, Dr. I Wayan Kertih, M.Pd. menyampaikan dengan adanya telah dilakukan suatu penelitian tindakan kelas untuk mengatasi suatu permasalahan tertentu dalam pembelajaran di kelas, maka peserta lain yang mungkin juga mempunyai masalah yang serupa dapat mencoba mengimplementasikan hasil penelitian tindakan kelas itu lagi di kelasnya atau mungkin juga dilakukan modifikasi, tindak lanjut, adaptasi, dan sebagainya terkait hasil-hasil penelitian tindakan kelas yang telah didiseminasikan.

Yayasan Undiksha dan direksi selalu mendukung kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Lab Undiksha, yang salah satunya adalah diseminasi hasil penelitian guru ini.  Proses diseminasi ini sendiri juga mengandung pelajaran yang sangat bermakna, baik bagi guru yang melakukan penelitian maupun guru lain yang menjadi peserta. Bagi guru yang melakukan penelitian akan mendapatkan berbagai masukan dan bahkan kritik motivasi yang bersifat konstruktif ketika sedang mendiseminasikan hasil penelitiannya, sedangkan guru yang menjadi peserta mendapatkan hal-hal baru yang bisa dicoba untuk diimplementasikan nantinya dalam proses belajar mengajar.  Salam Ceria.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail